PIRU, Bupati Seram Bagian Barat Drs, M. Yasin Payapo, M.Pd menekankan pentingnya pemerataan dalam pembagunan umat di Kabupaten Seram Bagian Barat. hal ini dikatakan oleh Bupati SBB pada saat menyampaikan pesan Safari Ramadhan adalah sesuai dengan tema sentral yaitu Kuatkan Silahturami Demi Kasi Bae SBB.
“Saya berharap pesan ini selalu didengungkan Pemda di mana-mana, di desa kampung dan lorong – lorong, karena itu Pemda SBB selalu mengingatkan kepada Masyarakat Kabupaten SBB bahwa, persatuan dan kesatuan itu penting, karena lewat persatuan, akan menjadi landasan untuk gerakan melakukan pembangunan, demi terwujudnya Masyarakat Seram Bagian Barat yang aktif aman nyaman damai dan sejahtera”.
Bupati menambahkan gerakan pembangunan yang dilaksanakan berlandaskan pada adanya pemerataan, sehingga seluruh hasil pembagunan dapat dikecap oleh seluruh Anak Bangsa yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat ini. Selama melakukan lawatan safari Ramadan 1442 H Tahun 2021, dana bantuan yang disumbangkan kepada masyarakat jumlahnya kecil, tetapi yang terpenting adalah, hikmah dan pesan- pesan Ramadhan harus disampaikan kepada seluruh warga muslim di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Terkait bantuan ke Rumah Ibadah , Payapo menandaskan, tempat- tempat ibadah wajib dibenahi agar Masyarakat saat pergi beribadah ke Masjid, Gereja baik itu Katholik, Protestan dan GBI harus nyaman, karena itu infrastruktur pembangunan rumah ibadah harus dijaga dan benahi agar tercipta kenyamanan beribadah.
Bupati juga menandaskan, bahwa saat safari Ramadhan ini juga akan memperhatikan kebutuhann- kebutuhan Masyarakat di lokasi lawatan secara merata, dan nantinya pada saat hari Natal, Pemda SBB juga melakukan Safari Natal bagi umat kristiani, baik itu Katolik, Protestan sehingga ada Pemerataan.
SAFARI RAHMADHAN, BUPATI AJAK PENTINGNYA PEMBANGUNAN UMAT
PEMDA SBB GELAR SAFARI RAMADHAN DI DUSUN OLAS, DESA LOKI
Piru: Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat kembali melaksanakan safari ramadhan 1442 H/2021M di Masjid Al-Ikhwan, Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Sabtu (1/5/2021). Kegiatan yang bertemakan “Kasi Bae SBB” Ini, turut dihadiri oleh Ketua DPRD SBB, Abd Rasyid Lisaholit, S.Pi, Sekretaris Daerah SBB Mansur Tuharea, SH, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja SBB Drs. Soleman Kibas, Penjabat Desa Lokki Dimitri Y. Riri, ST serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Lokki.
Dalam sambutannya Bupati Seram Bagian Barat Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd menyerukan kepada masyarakat untuk penguatan mental spiritual demi menjalin tali silaturahmi antara umat beragama agar terciptanya kehidupan yang damai tentram dan harmonis di SBB. Pembangunan berbasis desa dan yang terpenting adalah akses jalan sebagai faktor utama untuk memajukan perekonomian masyarakat.
“Pemerintah akan mempercepat perbaikan jalan yang belum tersentuh aspal di kecamatan Huamual,” ujarnya.
Usai sambutannya bupati juga memberikan bantuan dana ke rumah ibadah yang berada di Desa Lokki. Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Lokki Dimitri Y. Riry atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan bupati dan rombongan
“Dengan adanya safari ramadhan ini, saya selaku Penjabat Desa Lokki merasa terbantukan dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah SBB dalam hal ini Bupati Yasin Payapo, memang pada saat ini di beberapa Dusun di Desa Lokki sedang melakukan pembangunan tempat Ibadah,” ucapnya
KABAG HUMAS : SAFARI RAMADHAN ADALAH SILAHTHURAMI PEMDA & MASYARAKAT DALAM SATUKAN PERSEPSI
PIRU: Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar Safari Ramadhan yang ketiga di bulan suci Ramadhan 1442 H Tahun 2021, dipusatkan di Desa Waisala, Dusun Ulusadar (Kampung Baru) pada Selasa, (27/4/2021). Dalam kegiatan tersebut Bupati SBB, Drs Moh Yasin Payapo M.Pd, Ketua Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu, Agus Triyanto SH MH, Sekda SBB, Mansur Tuharea SH, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda SBB, Ir Zeth Selanno, Staf Ahli bidang Hukum dan Politik, Drs. Achiles A. Siahaya, dan Asisten III Setda SBB, Alfin Leverne Tuasuun M Si serta sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemkab SBB, hadir juga tokoh masyarakat dan tokoh Agama serta tokoh Pemuda Desa Waisala dan Masyarakat dari Dusun Ulusadar.
Kabag Humas dan Protokol Pemda SBB,Drs Hendry Mandaku yang ditemui disela-sela kegiatan menyatakan, safari Ramadhan yang dilakukan adalah dalam rangka menjalin silaturahmi antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat di Kabupaten SBB, sekaligus menyatukan persepsi antara Pemda dan Masyarakat SBB terutama dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kasih Bae SBB. Mandaku menambahkan, persoalan- persoalan kebutuhan masyarakat di Desa Waisala akan menjadi perhatian dari Pemda SBB untuk segera dibenahi sesuai dengan penganggaran Pemerintah Daerah, contohnya jalan dan infrastruktur lainnya.
Ketika disingung mengenai pembenahan jalan masuk ke Desa Waisala, Kabag Humas dan Protokol Pemda SBB ini mengaku , Ia belum mengetahui apakah dalam APBD SBB di tahun ini ada penganggaran untuk perbaikan ruas jalan tersebut, karena itu Ia berjanji akan melakukan pengecekan ke Dinas PUPR SBB.
SEKDA SBB HADIRI PENCANAAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBB
Piru- Polres Seram Bagian Barat mencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBB sebagai bagian bentuk untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, maka POLRI khususnya Polres Bagian Barat melakukan kegiatan Pencanangan Zona Integritas. Kegiatan ini dilakukan agar wilayah Polres Seram Bagian Barat bersih dari korupsi dan juga bersih melayani terhadap masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Bayu Tarida Butar Butar, S.I.K pada hari Senin 26/04/2021, pukul 10.00 Wit yang bertempat di Aula Polres SBB.
Pada kegiatan tersebut, Setda Kabupaten SBB Mansur Tuharea, SH, Kejari Kabupaten SBB Sugih Carvallo, SH.MH, Ketua MUI Kabupaten SBB H. Samwil Nurlete, S.Pi, Kepala PN Johanis Dairo Malo, SH,M.H, Ketua FKUB. Ir. Mocsin Atamimi, Pabung Kodim Persiapan Kabupaten SBB Mayor Inf. P. Sinaga, Kepala Statistik Kabupaten SBB Ibu Juliana Marlisa SE.
Kapolres Seram Bagian Barat juga menjelaskan dalam sambutannya, bahwa Pencanangan Zona Integritas ini merupakan program dari POLRI di mana ada yang namanya grand strategi polri dari mulai tahun 2005 sampai tahun 2025 polri selalu melakukan upaya-upaya perubahan dalam mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini kita sementara mencanangkan Public Trust dan Tidak mudah untuk bisa mendapatkan kepercayaan tersebut.
Kami akui bahwa dalam pelaksanaan tugas – tugas pokok masih penuh dengan kelemahan dan keterbatasan , namun kami tetap semangat dan terus berbenah dalam melaksanakan tugas serta menjalankan program-program rutin di bulan Ramadhan yaitu :Operasi Roda ( Patroli Dialogis ) ,Pengamanan Takjil,Pengamanan kelancaran Sahur dan Buka Puasa, Pembagian Quran, Penertiban berlalu Lintas seperti ( Pemakaian Knalpot Racing dan Arak-arakan ) dan Pengamanan pada wilayah – wilayah yang rawan gangguan Kamtibmas ,ujarnya.
Selain itu kita harus berkomitmen untuk menerapkan pola zona integritas yang mana zona integritas ini merupakan satu predikat menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani dan mudah mudahan tidak ada kendala sehingga bisa sukses melayani, tambahnya.
Selain itu Setda kabupaten SBB, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua PN dan Pabung Kodim Persiapan juga memberikan dukungan kepada Polres SBB dalam kegiatan pencanangan zona integritas dan berharap agar Polres dapat melayani masyarakat dengan baik sehingga mendapatkan kepercayaan.
PEMDA SBB GELAR RAPAT TERKAIT PEMBANGUNAN TOWER BTS
PIRU – untuk meningkatkan akses pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah terpencil di Kabupaten SBB maka Bupati Seram Bagian Barat, Kepala Dinas Kominfo serta pihak perusahan survei mengelar pertemuan bersama 26 Penjabat Desa di Kabupaten SBB yang berlangsung di lantai dua Kantor Kominfokom.
Dalam pembahas tersebut Pemerintah RI lewat Kementrian Kominfo, pada tahap awal ditahun 2021 ini, akan melaksanakan pembangunan 11 Menara Tower Base Tranceiver Station( BTS) di Kabupaten Saka Mese Nusa ini.
Bupati Seram Bagian Barat, Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd dalam pertemuan itu mengatakan para Pejabat dari Desa – Desa yang nantinya akan dibagun Menara Tower BTS, agar dapat melaksanakan pengurusan hibah lahan pembangunan dengan baik, sehingga pembangunan dapat berlangsung dengan lancar sehingga akses telekomunikasi warga dapat terlayani. Terkait tenggat waktu survei, salah satu Petugas Survei, Anindito yang ditemui usai pertemuan mengatakan, direncanakan pendataan atau survey titik- titik yang menjadi lokasi tower tersebut sudah dituntaskan setelah lebaran.
“Hasil survei pihaknya untuk ke sebelas Menara Tower tersebut, nantinya akan direview oleh Dinas Kominfo SBB dan dibawa ke pusat untuk direview kembali sekaligus proses tindaklanjutnya, Untuk pembagunan tower BTS ini, direncanakan untuk tahap pertama adalah sebanyak 11 lokasi dan tahap kedua 15 lokasi yang tersebar di daerah pegunungan di Kabupaten SBB dan Kecamatan Manipah”, kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Infomasi Dan Komunikasi SBB, Abdul Rahman ST MT saat ditemui di ruang kerjanya secara terpisah mengungkapkan, program pembangunan Menara Tower Base Tranceiver Station ( BTS) di Kabupaten SBB, adalah sangat prioritas, pasalnya di era digitalisasi kebutuhan komunikasi dan jaringan sudah menjadi kebutuhan primer disamping makan dan minum dan pakaian.
“Program pembangunan ini sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati SBB, yakni membuka keterisolasian Masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi disamping pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya. Kendala yang dihadapi dalam pembangunan Menara Tower ini adalah masalah hibah tanah, karena membutuhkan lahan yang memang betul – betul dihibahkan tanpa ada ganti rugi. Kendala persoalan hibah tanah yang pernah terjadi di Kabupaten SBB untuk pembagunan Menara Tower BTS ini di Tahun 2019 adalah, di Dusun Huhua, Desa Buano Utara dan Hunitetu, Kecamatan Inamosol” Ucap Kadis.
BUPATI SBB HADIRI PELETAKAN BATU PERTAMA MESJID AGUNG NURUL YASIN
Piru, Bupati Seram Bagian Barat berkesempatan mnghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin yang berlokasi di kota Piru kabupaten Seram Bagian Barat. selain Bupati turut hadir pula Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati SBB M. Yasin Payapo, Ketua MUI Maluku Ustad Abdullah Latuoapo, Ketua Yayasan Nurul Yasin Mansur Tuharea, Ketua DPRD SBB Abdul Rasyid Lisaholit serta ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Yasin H. Tubaka.
Mansur Tuharea, SH, selaku Ketua Yayasan Nurul Yasin dalam sambutannya mengatakan, Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 1,5 Hektar ini, akan menelan anggaran 25 miliar rupiah, dengan penganggaran dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan selama dua tahun.
“Penggunaan nama Nurul Yasin pada bangunan Masjid Agung ini berasal dari dari bahasa Arab dan terdiri dari dua suku kata, yaitu Nurul dan Yasin dan memiliki panjang 38,5 meter dan lebar 42 meter dan diperkirakan dapat menampung 1.500 orang. Sementara bangunan utama yang nantinya akan dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar selain Masjid. Ada Islamic Center, kantor pengelola, 2 menara utama, 4 buah menara Masjid dan 2 buah pos jaga.
lanjut Tuharea, pada peletakan batu pertama ini menggunakan batu yang diambil dari 3 batang air yang ada di kabupaten SBB. Yakni Air Tala, Air Eti dan Air Sapalewa.
Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) telah mencanangkan program pembanguan 3 rumah ibadah. Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Agung, Gereja Protestan dan Gereja Katolik.Rencana pembangunan 3 rumah ibadah ini kemudian terkendala dengan masalah lahan. Untuk itu, atas kesepakatan bersama bersama antara pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten SBB, maka disepakati untuk Masjid agung didahulukan pembangunannya.
“Kita sudah program untuk bangun tiga rumah ibadah. Namun melalui kesepakatan bersama dengan FKUB, maka Masjid didahulukan. Karena, lahan yang akan dibangun dua gereja itu masih dalam penyelesaian. Program pemerintah daerah dalam rangka membangun 3 rumah ibadah ini kata Payapo, dalam upaya meningkatkan sekaligus mengawal toleransi umat beragama baik intern, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah”Ucapnya.
“Saya mintauntuk itu, Bupati meminta kepada semua pihak, turut mendoakan kelancaran pembangunan Masjid Agung ini. Sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar dan selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.” Tandasnya.
INDOMARET TAK DIBERI IZIN MASUK KE KABUPATEN SBB
Piru– Berkembangnya Indomaret akan masuk ke Kabupaten Seram Bagian Barat dibantah oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Seram Bagian Barat Azis Sillouw. Menurutnya Menyikapi informasi akan masuknya Indomaret di Kabupaten SBB tidak benar. Pasalnya Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat menolak masuknya salah satu perusahan retailer terbesar di Indonesia ini karena mengancam ekonomi masyarakat di SBB.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat, Azis Sillouw mengetahui dari beberapa postingan di media sosial.Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, tidak pernah mengeluarkan izin usaha terhadap masuknya Indomaret di Kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa ini.
“Saya baru mengetahui informasi ini dari beberapa postingan di media sosial. Semalam setelah acara Safari Ramadhan di Pendopo Bupati Kabupaten SBB, saya sudah mengkonfirmasi langsung ke Bapak Bupati soal ini. Tapi beliau mengatakan tidak pernah mengizinkan perusahan itu masuk ke SBB.” Jelasnya.
Lanjutnya, bila perusahan semacam ini masuk ke Kabupaten SBB akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat.
“Alasan kenapa Bupati menolak perusahan itu masuk ke Kabupaten SBB karena beliau mengatakan akan sangat berdampak langsung kepada ekonomi masyarakat. Akan terjadi persaingan tidak sehat. Kemudian menurut beliau akan mempengaruhi perputaran uang di Kabupaten SBB. Uang akan tersedot keluar daerah bila perusahan ini masuk.” Jelas Azis.
Saat ini Pemda SBB sementara merencanakan pendirian minimarket milik daerah melalui BUMD, PT Saka Mese Nusa Utama dimana salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui Kemendagri.
“Justru saat ini kami lagi fokus untuk membangun BUMD untuk memulai usahanya. Salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui oleh Kemendagri ya usaha minimarket itu. Supaya belanja daerah dan perputaran uang di daerah tidak lari keluar dari daerah ini. Tentunya minimarket dari BUMD akan lebih berbasis masyarakat dan mendukung ekonomi masyarakat ” Jelasnya.
Mengenai benar tidaknya isu tersebut, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait masuknya Indomaret di Piru tersebut bukan melalui Pemda SBB tetapi pemilik-pemilik lahan yang bersedia melakukan kontrak dengan pihak Indomaret.
“Saya baru juga mendapatkan informasi di Piru bahwa setelah gagal mendapat izin dari Bupati, sepertinya mereka mencari jalan lain dengan menemui pemilik-pemilik lahan di Piru kemudian melakukan kontrak dengan mereka. Jadi, sekali lagi Pemerintah Kabupaten SBB tidak pernah mengizinkan bahkan menolak masuknya Indomaret ke Kabupaten SBB dengan alasan tadi. Itu artinya masuknya Indomaret ke SBB itu ilegal. Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menolak perusahan tersebut tidak beroperasi di Kabupaten SBB.
SIKAPI SURAT GUBERNUR MALUKU, BUPATI SBB LARANG ASN TINGGALKAN SBB
Piru : dalam rangka menindaklanjuti surat edaran gubernur Maluku terkait dengan libur masal di masa pandemi virus corona, maka Bupati Seram Bagian Barat Drs. M Yasin Payapo, M.Pd memperingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab SBB untuk tidak meninggalkan daerah. peringatan ini disampaikan Bupati ketika usai kegiatan rapat bersama dengan segenap jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang berlangsung dilantai III Kantor Bupati SBB.
kepada awak media Bupati juga mengatakan “Libur pegawai terkait kasus Corona, adalah kebijakan dirinya selaku pimpinan di daerah. Untuk itu, jika nantinya ada kebijakan utuk libur ASN, maka dirinya dengan tegas meminta para ASN tidak akan bepergian keluar daerah”. tegas Bupati.
selain itu, Bupati juga telah mendapat banyak laporan tentang seringnya pegawai Pemda SBB yang bepergian ke Ambon dan Masohi, setiap akhir pekan.
“Gaji keseluruhan pegawai di Pemda SBB itu 20 miliar perbulan. Dan yang berputar di daerah ini hanya sebagian kecil saja, sedangkan sebagian besar dibelanjakan di luar daerah, yaitu Ambon dan Masohi, untuk itu, saya berharap agar para pegawai tetap berada di daerah, sehingga uang tetap berputar di daerah bukan di daerah lain. Saya sering lihat, setiap hari kamis dan Jumat, banyak pegawai yang sudah pergi ke Ambon dan Masohi. Dan ini msudah mesti di kurangi,” tegasnya Payapo.
selain itu, bupati juga menegaskan agar tiap pejabat, baik eselon II, III dan IV, yang punya keluarga di Ambon maupun Masohi, untuk segera diboyong ke SBB. Jadi tinggal pilih, yang punya keluarga di Ambon dan Masohi, mau bawa keluarga ke SBB, atau pegawai ini di mutasikan ke Ambon itu saja.” Tutup Payapo.
LAPAS PIRU DAN POLRES SBB PERKUAT SINERGITAS KAMTIBMAS
Piru- Untuk memperkuat dan menciptakan kondisi dan jalinan kemitraan yang lebih erat maka anggota Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat sambangi Lembaga Pemasyarakatan IIB Piru, Kamis (18/3). Sambangan jalin antara kedua lembaga tersebut guna memantau dan memperketat keamanan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Piru, Semuel Oppier, menyampaikan apresiasi atas kegiatan sambang ini. “Semoga sinergi kita tetap terjalin dengan baik dan tetap bahu-membahu dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif,” harapnya.
Dalam sambangan tersebut, Bripka H. Noya bersama jajaran struktural Lapas Piru melakukan pengontrolan dalam blok hunian. Dalam sambangan kali ini, situasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Piru aman, kondusif, dan tidak ada hal-hal yang mencurigakan.
Di sela-sela patroli, Bripka Noya mengimbau petugas Lapas terkait dengan situasi kamtibmas dan menyarankan agar selalu mengontrol para WBP. “Petugas Lapas wajib melakukan patroli di jam-jam rawan serta lakukan patroli keliling guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila suatu saat ada hal-hal yang mencurigakan, segera mengubungi pihak Kepolisian,” pesanya.
Lebih lanjut, Bripka H. Noya menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan satuannya sebagai wujud nyata sinergi Pemasyarakatan dan Kepolisian. Salah satunya dibuktikan dengan koordinasi yang baik antara Lapas Piru dan Polres Seram Bagian Barat.
TIM MAHAPEKA UIN BANDUNG LAKUKAN EKSPEDISI KARST DI TANIWEL
Taniwel-Keberadaan banyak gua di Negeri Lisabata, tepatnya di Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat, masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Belum banyaknya penelitian dan riset yang menyentuh kawasan karst tersebut, membuat potensi alam dan pemanfaatannya belum terpetakan. Mendapati hal itu, Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bertolak melakukan ekspedisi DI Taniwel.
Dalam ekspedisi Dwipantara bertema Studi Kawasan Karst dan Studi Etnografi Masyarakat Lokal Negeri Lisabata, peserta terdiri atas tiga mahasiswa. Antara lain Hazli “Ladeg” Al Fadli, mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Ikhsan “Balot” Hambali dari jurusan Humas, dan Muhammad Zaky Ghifary dari jurusan Jurnalistik.
Program ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M IAIN Ambon. Menurut Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M IAIN Ambon, Nurlaila Sopamena, M. Pd, terlibat juga para dosen dan mahasiswa IAIN Ambon dari berbagai program studi. Di antaranya Tadris IPA, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Biologi, Hukum Pidana Islam, Sosiologi Agama, dan Pengembangan Masyarakat Islam serta tiga orang alumni IAIN Ambon.
“Selain mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan, kami juga akan melakukan penggalian peran perempuan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan potensi sosial, budaya, serta lingkungan,” kata Ikhsan Hambali, ketua tim ekspedisi. Berdasarkan keterangan tertulis, para mahasiswa memandang, masyarakat lokal sekitar belum memanfaatkan dan mengelola kawasan karst, yang masih dianggap sakral dan sarat dengan mitos-mitos lokal.
Padahal jika ada proses transformasi kelimuan, yang bersumber dari riset dan penggalian pengetahuan lokal masyarakat.Maka pemanfaatan dan pengelolaan kawasan karst serta goa bisa dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan. Hingga saat ini menurut Mahapeka UIN Bandung, belum ada alternatif referensi atau rujukan yang cukup komprehensif terkini. Baik tentang Taniwel maupun tentang masyarakat dan kondisi sosial, budaya, serta lingkungannya.
Maka dari itu, mereka menyadari bahwa pada akhirnya ekspedisi ini bukan hanya upaya untuk mengenali dan menggali potensi kawasan karst saja. Tetapi juga upaya untuk mengenali dan menggali potensi dan pengetahuan lokal yang ada di masyarakat Taniwei.
Hasil penelitan baik tentang kawasan karst maupun tentang kondisi masyarakat nantinya akan menjadi pijakan awal, untuk melakukan proses pendampingan masyarakat dan pemerintah setempat. Selama ekspedisi 11 Maret – 1 April 2021 , akan dilangsungkan sedikitnya lima kegiatan secara umum, antara lain: Identifikasi potensi kawasan karst sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kawasan karst yang lestari melalui proses pendataan dan pemetaan keberadaan gua. Identifikasi potensi masyarakat lokal negeri Lisabata melalui studi etnografi, terutama penggalian peran perempuan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan potensi sosial, budaya serta lingkungan.
Merintis peta pendampingan komunitas lokal untuk menindaklanjuti rencana pengelolaan dan pemanfaatan potensi sosial, budaya serta lingkungan, terutama kawasan karst. Adanya proses edukasi, yaitu transfer knowledge dan penguatan kapasitas bagi pemerintah lokal dan kelompok masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan kawasan karst. Memberikan input pengembangan kawasan karst kepada pemerintah desa atau daerah yang berorientasi pada pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat lokal.